contoh space iklan

contoh space iklan

Sabtu, 25 April 2015

Legenda Gagak Hitam

Legenda Gagak Hitam


            “Blarrr”, petir tiba-tiba menyambar didepan rumah Ayga. Disusul dengan hujan yang sangat deras terlihat genangan darah mengalir bersama dengan air hujan menuju selokan sebuah pemukiman yang kini terlihat porak – poranda. Ayga yang baru pulang dari hutan hanya berdiri terpaku dengan bulir – bulir tetesan air matanya yang dibarengi dengan tetesan air hujan dipipinya. Dengan gemetaran dia melihat tumpukan mayat teman,saudara,dan tetangga di pemukimannya. Sambil mengumpulkan kebaranian dia mulai mendekat ke tumpukan mayat. Kaki Ayga yang sedari tadi menopang tubuhnya tiba – tiba langsung lemas seperti tak bertulang. Tepat dihadapan mayat ibu dan ayahnya dia terduduk , air mata yang tadi dia coba tahan sudah tak kuat lagi membendung kepedihan yang dideritanya. Deras air hujan kala itu kalah dengan derasnya air mata Ayga, rasa sedih dan marah ia coba tahan sekuat mungkin.Dengan lirih Ayga berkata pada dirinya sendiri “ Aku berjanji akan menjadi seorang yang kuat….”. Ayga mencoba untuk berdiri sambil melihat disekitar tumupukan mayat. “ Ayo cepat segera ledakkan tempat kumuh ini” terdengar suara pria dari kejauhan,mengejutkan Ayga yang masih sedih melihat orang – orang yang disayanginya terbunuh dengan sadis. Dengan tergesa-gesa Ayga lari menuju rumah tetua pemukimannya, dia masih ingat pesan tetuanya”Kalian semua adalah pewaris dari tanah ini, kotak yang ku pegang ini berisi sesuatu yang berguna bagi kalian kelak. Kalian boleh membuka kotak ini dengan seizinku, karna kalian adalah pemuda – pemuda yang hebat , termasuk kau Ayga”. Dia mencari – cari dimana tetua menyimpan kotak itu, dengan rasa sedih,marah, bercampur dalam hatinya. Langkah kaki Ayga terhenti ketika ia melihat sebuah pintu kamar.

2 komentar:

Zachor2040 mengatakan...

Usahakan agar meletakkan spasi setelah titik atau koma agar bisa terbaca

Unknown mengatakan...

ohh siap mas thx udh visit balik