Pada suatu ketika ada 2 orang anak yang sedang
bermain di padang rumput yang luas.Mereka bermain setiap hari hingga mereka
mulai beranjak dewasa. Salah satu dari mereka ingin pergi dari desa dan
merantau ke kota. Sahabatnya berkata “ kapan kau kembali,sahabat?”.Iapun
menjawab”secepatnya kawan.besok aku akan pergi ke kota”.
| Sumber : zcool.fotopages.com |
Sahabatnya
pun pergi ke kota esok hari petang-petang. Dengan kesedihan yang begitu
mendalam Ia melambaikan tangan kepada sahabatnya. Selama berpuluh tahun Ia
tunggu sahabatnya. Setiap pagi Ia tunggu di tepi sungai dekat padang rumput
biasa mereka bermain.
Waktupun
terus berputar.Badan yang dulu tegap dan kuat kini harus bertopang sebatang
kayu.Rambutnya mulai menguban tapi dia tetap setia menunggu sahabatnya.Pada
suatu saat dia berdo’a kepada Tuhan “
Oh, Tuhan. Hidup matiku hanya milikmu,tapi Tuhan izinkan aku bertemu dengan
sahabatku”.
Esok
harinya dia duduk diatas kursi depan rumah yang hampir seusianya. Tiba – tiba datang
mobil mewah. Sahabat yang dia nanti – nanti ternyata muncul dari bali pintu
mobil mewah itu. “ Hei, sahabat lama tak jumpa. Sampai beruban rambutku ini”.
Katanya disertai rintik air mata yang sudah tak terbendung.
“Tentu
kawan. Aku sudah kembali. Maaf, sudah membuatmu menunggu”. Isak tangis kedua
sahabat itupun semakin menderu.Seperti tidak ada suara selain tangis
mereka.Anak,cucu kedua sahabat itupun ikut terharu.
Dengan langkah tergopoh-gopoh mereka berdua menuju padang rumput.Tempat mereka bermain dulu. Dua sahabat itu duduk bersama ditepi sungai dekat padang rumput sambil melihat keceriaan anak cucu mereka, bermain seperti masa kecil mereka.
Dengan langkah tergopoh-gopoh mereka berdua menuju padang rumput.Tempat mereka bermain dulu. Dua sahabat itu duduk bersama ditepi sungai dekat padang rumput sambil melihat keceriaan anak cucu mereka, bermain seperti masa kecil mereka.
“Sahabatku,persahabatan
ini takkan pernah terhapus oleh ruang dan waktu.Anak dan cucu kitalah
saksinya,dan Tuhanlah yang membuktikannya”. Dan akhirnya dua sahabat itu
bahagia hingga akhir.
Karya : Aditya Yogie Saputra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar